Share it

Selimburcaya.Com_Bengkulu, 21.08.2026— Tim peneliti Poltekkes Kemenkes Bengkulu melaksanakan penelitian Pencegahan Stunting dengan Pemberdayaan Kearifan Makanan Lokal Suku Lembak melalui Edukasi di Kota Bengkulu. Penelitian diketuai Dr. Emy Yuliantini, SKM., MPH, bersama Ayu Pravita Sari, SST., M.Gz dan Kamsiah, SST., M.Kes

Dalam Penelitian ini mengembangkan pendekatan pencegahan stunting yang mengintegrasikan kearifan lokal, pangan lokal, kebiasaan makan, dan pola pengasuhan Suku Lembak. Pendekatan tersebut bertujuan agar edukasi gizi lebih kontekstual dan mudah diterapkan oleh keluarga.

Pengukuran Antropometri Balita di Posyandu Pekan Sabtu

Salah satu tahapan penelitian adalah Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 8 Juli 2026 di Kantor Lurah Pekan Sabtu, Kota Bengkulu. FGD dihadiri Camat Selebar Dr. Ruslili, S.IP., M.Pd., Sekretaris Lurah Pekan Sabtu, Kepala Puskesmas Betungan, petugas Pustu Pekan Sabtu, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG), perangkat kelurahan, PKK, kelompok Dasawisma, dan kader. FGD dilakukan untuk menggali potensi budaya, pangan lokal, kebiasaan makan, dan praktik pengasuhan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari edukasi pencegahan stunting.

Sebagai tindak lanjut, tim peneliti mengembangkan inovasi pangan lokal untuk balita yang diterapkan melalui empat Posyandu di Kelurahan Pekan Sabtu, yaitu Posyandu Pekan Sabtu, Cugung Bendera, Graha Astri Bahagia, dan Harapan Jaya.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkenalkan pemanfaatan pangan lokal yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita sekaligus memperkuat peran kader dan keluarga dalam penyediaan makanan bergizi. Inovasi pangan dikembangkan dengan mempertimbangkan potensi bahan pangan setempat, penerimaan anak, nilai gizi, serta kebiasaan pangan masyarakat.

Dengan demikian, penelitian tidak berhenti pada pengukuran pengetahuan dan edukasi, tetapi dilanjutkan melalui pemberdayaan masyarakat dan penerapan inovasi pangan lokal di Posyandu. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program pencegahan stunting berbasis kearifan lokal Suku Lembak.

Tim peneliti berharap model ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi Puskesmas, kelurahan, kader Posyandu, PKK, dan keluarga dalam mengembangkan edukasi serta pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pemenuhan gizi balita dan pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Redaktur: Ardiansyah,S.E.M.Si

By Media Online & Tv

Aktual, Berbudaya, Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *