Share it

Selimburcaya.Com- Pemenuhan kebutuhan gizi balita tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pangan, tetapi juga oleh kemampuan kader dan ibu balita dalam memilih bahan pangan yang tepat dan mengolahnya menjadi makanan yang bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan balita.

Permasalahan yang ditemukan adalah masih terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan kader serta ibu balita dalam menentukan bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi baik, mengombinasikan berbagai bahan pangan, serta mengolahnya menjadi menu yang menarik dan sesuai untuk balita. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bahan pangan lokal yang sebenarnya tersedia dan mudah diperoleh tapi belum dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi balita.

Keterbatasan ketrampilan dalam pemilihan dan pengolahan bahan pangan lokal juga dapat menyebabkan ibu balita kurang bervariasi dalam menyediakan makanan bagi anak. Bahan pangan lokal sering kali hanya diolah dengan cara sederhana dan belum mempertimbangkan komposisi makanan yang seimbang, tekstur yang sesuai, serta cara pengolahan yang dapat mempertahankan kandungan zat gizi.Sementara itu, kader memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu balita dalam penerapan pemberian makanan yang sesuai.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan ketrampilan kader dan ibu balita secara langsung melalui sosialisasi, praktik, demonstrasi, dan pembinaan agar mampu memanfaatkan bahan pangan lokal secara optimal.
Kegiatan penguatan ketrampilan ini dilaksanakan di Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu dengan sasaran kader dan ibu balita. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memilih bahan pangan lokal berdasarkan kualitas dan nilai gizinya serta mengolah bahan tersebut menjadi makanan yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan balita. Melalui kegiatan praktik dan demonstrasi, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam pemilihan dan pengolahan bahan pangan lokal.pelaksanaan dilakukan di Posyandu Baruna 1 wilayah Kerja PKM Padang Serai Kota Bengkulu.
Yang dibuka oleh Kepala Puskesmas Padang Serai ibu Fifi Eka Putri,SKM, Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Risky Handayani SKM dan Almas ,AMG . dihadiri juga oleh ketua PKK dan Kader.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi: Sosialisasi: penyampaian informasi mengenai pemilihan bahan pangan lokal, nilai gizi bahan pangan, prinsip gizi seimbang, dan kebutuhan makanan balita. Praktik Demo: demonstrasi secara langsung mengenai pemilihan, persiapan, dan pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu makanan bergizi untuk balita. Pembinaan Langsung: pendampingan kepada kader dan ibu balita dalam menerapkan keterampilan pemilihan dan pengolahan bahan pangan lokal dalam penyediaan makanan sehari-hari. Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta.

Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan kader dan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan penguatan ketrampilan, dengan hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,001 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penguatan ketrampilan melalui sosialisasi, praktik demo, dan pembinaan langsung memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta dalam pemilihan dan pengolahan bahan pangan lokal.

Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tersebut diharapkan dapat membantu kader dan ibu balita dalam memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih optimal. Kader diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada ibu balita, sedangkan ibu balita mampu memilih bahan pangan yang bergizi dan mengolahnya menjadi makanan yang bervariasi, aman, dan sesuai kebutuhan anak.

Dengan demikian, pemanfaatan bahan pangan lokal tidak hanya meningkatkan keterampilan keluarga, tetapi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita dan upaya pencegahan masalah gizi.Kegiatan Penguatan Ketrampilan Kader dan Ibu Balita dalam Pemilihan serta Pengolahan Bahan Pangan Lokal di Wilayah kerja PKM Padang Serai Kota Bengkulu merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan pangan lokal. Penguatan kemampuan melalui praktik dan pendampingan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam penyediaan makanan bergizi bagi balita di tingkat keluarga.

Redaktur: Ardiansyah, S.E.M.Si

By Media Online & Tv

Aktual, Berbudaya, Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *