zaz
Share it
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu Suharto bersama pengurus dan jajarannya, di Sekretariat DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu, Kamis (08/08/2024)(foto:Robi/Selimburcaya.com).

Bengkulu, Selimburcaya.com – Usai diberikan rekomendasi dari Partai Demokrat kepada pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Mian, perhatian publik kini tertuju pada Partai Gerindra.

Partai tersebut menjadi kunci penentu apakah akan muncul poros baru dalam Pilgub Bengkulu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November mendatang. Hingga saat ini, sudah ada tiga pasangan calon yang potensial mengikuti kontestasi: Helmi-Mian, Rohidin-Meriani, dan Dempo-Kenedi.

Namun, masih ada ketidakpastian terkait jumlah akhir Paslon yang akan bertarung. Pasangan Dempo Xler dan Kenedi yang sedang dalam proses perbaikan verifikasi faktual dukungan, masih menunggu keputusan final dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika pasangan ini berhasil memenuhi syarat dukungan, maka akan ada tiga Paslon yang bertarung di Pilgub Bengkulu. Sebaliknya, jika mereka gagal memenuhi syarat, maka kontestasi Pilgub akan diikuti oleh hanya dua pasangan calon: Helmi-Mian dan Rohidin-Meriani.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, Partai Gerindra memegang peranan krusial. Jika Gerindra memutuskan untuk mendukung pasangan lain atau membentuk koalisi baru, maka Pilgub Bengkulu bisa menjadi lebih dinamis dengan munculnya poros baru. Namun, jika Gerindra bergabung dengan salah satu pasangan yang sudah ada, maka peta politik Pilgub tidak akan mengalami perubahan signifikan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Bengkulu, Suharto, S.E., M.B.A., mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

“Sampai saat ini, DPD Gerindra Bengkulu belum menerima kabar dari DPP, baik secara lisan maupun tertulis. Kami memahami bahwa keputusan ini membutuhkan pertimbangan yang matang, sehingga belum ada keputusan yang diambil. Namun, kemungkinan besar keputusan dari DPP akan keluar minggu depan,” ujar Suharto.

Ketidakpastian dari Gerindra ini menambah ketegangan di kancah politik Bengkulu, mengingat partai ini memiliki basis dukungan yang cukup kuat dan berpotensi mempengaruhi hasil akhir Pilgub. Para pengamat politik di Bengkulu juga melihat bahwa langkah Gerindra akan sangat menentukan arah dukungan politik dan kemungkinan terbentuknya koalisi baru.

Dengan waktu yang semakin mendekati hari pemilihan, dinamika politik di Bengkulu semakin menarik untuk diikuti. Keputusan Gerindra nantinya akan menjadi penentu penting, apakah peta persaingan Pilgub akan bertambah ramai dengan munculnya poros baru, atau akan tetap diikuti oleh dua atau tiga Paslon yang sudah ada.

Sementara itu, masyarakat Bengkulu juga turut menantikan hasil verifikasi faktual dukungan untuk pasangan Dempo-Kenedi yang masih dalam proses perbaikan. Keputusan ini akan memberikan kejelasan tentang berapa Paslon yang benar-benar akan bertarung dalam Pilgub mendatang. Hingga saat ini, seluruh mata tertuju pada DPP Gerindra yang menjadi penentu langkah akhir dalam persiapan menuju Pilgub Bengkulu 2024.

Pewarta : Robi

Editor : Ardy

By Admin2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *