Ekonomi Provinsi 

Mendagri Minta Pemerintah Serius Kendalikan Inflansi Daerah

Share it

Bengkulu, sc – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI) menggelar Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, secara virtual, Senin (24/10).

Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah untuk dapat bersungguh-sungguh dalam pengendalian inflasi.

Meteri Dalam Negeri, Tito Karnavian Memberikan Pidato Secara Daring. (Foto: dok.mc Prov)

“Karena inflansi berdampak bukan hanya mempengaruhi ekonomi daerah tapi juga berdampak secara nasional,” tutur Tito.

Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik, saat ini inflasi Indonesia bertengger pada angka 5, 95 persen (tahun pertahun).

Tingginya angka Inflasi banyak dipengaruhi komoditas pangan. Untuk itu, Mendagri Tito meminta pemerintah daerah dapat menstabilkan harga pangan di daerah serta terus melakukan pemantauan.

“Segera bentuk Tim Pengendali Inflasi di daerah serta Satgas Pangan,” tegas

Menteri Tito juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional guna meminta petunjuk dan arahan dalam mengendalikan pangan di daerah untuk menekan laju inflasi.

“Saya minta pemerintah daerah dapat terus melakukan intervensi terhadap pengendalian inflasi di daerahnya dengan memanfaatkan Dana Tak Terduga dan Dana Bansos,” sebut Menteri Tito.

Sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah dalam konsisten mengendalikan inflasi di daerahnya, pemerintah, kata Menteri Tito, memberikan insentif kepada pemerintah daerah sebesar Rp 10 miliar.

Provinsi Bengkulu termasuk salah satu dari 10 provinsi terbaik yang berhasil mengendalikan inflasi di daerahnya dan mendapatkan insentif sebesar Rp 10 miliar.

Di sisi lain, Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengakui saat ini angka inflasi Provinsi Bengkulu naik sebesar 1, 2 persen, di mana angka inflasi provinsi Bengkulu sebesar 5,77 persen di bawah rata-rata nasional. (Rh)

Related posts

Leave a Comment