
Kepahiang, Selimburcaya.com – Per 30 Juni 2024, Kabupaten Kepahiang di Provinsi Bengkulu masih menyisakan lima paket proyek konstruksi atau proyek fisik yang belum ditender. Berdasarkan data yang diperoleh, dari 18 paket konstruksi yang tersebar di tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah ini, hanya 13 paket yang telah selesai tender, sementara lima paket lainnya masih menunggu proses tender.
Kabag Pembangunan Setkab Kepahiang, Piisman, M.Si, menjelaskan bahwa keberadaan lima paket konstruksi yang belum ditender ini diketahui berdasarkan hasil rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Kabupaten Kepahiang yang dilaksanakan baru-baru ini.
“18 Paket konstruksi tersebut tersebar di tujuh OPD dengan nilai yang bervariasi. Kami juga belum mengetahui apakah paket konstruksi yang belum tender itu sumber dananya dari Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujar Piisman pada Minggu, 7 Juli 2024.
Untuk rincian sebarannya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang memiliki lima paket konstruksi, namun baru dua paket yang sudah selesai tender, sehingga masih menyisakan tiga paket yang belum ditender. Jumlah pagu anggaran secara keseluruhan mencapai Rp 9.123.190.578.
Di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepahiang terdapat lima paket konstruksi yang semuanya sudah ditender dengan total pagu anggaran Rp 13.790.447.400. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepahiang memiliki satu paket konstruksi yang juga sudah ditender dengan pagu anggaran Rp 1.150.000.000.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang memiliki empat paket konstruksi, di mana dua paket sudah ditender dan dua paket belum ditender, dengan total pagu anggaran Rp 517.352.000. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang memiliki satu paket konstruksi yang belum ditender dengan anggaran Rp 200.000.000.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kepahiang memiliki satu paket konstruksi yang belum selesai penunjukan langsung dengan pagu anggaran Rp 40.000.000, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang juga belum dilakukan penunjukan langsung dengan pagu anggaran Rp 80.000.000.
Piisman menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Bupati, baik paket konstruksi yang melalui proses tender maupun penunjukan langsung harus segera diproses.
“Sesuai dengan arahan Pak Bupati, baik itu paket konstruksi yang melalui tender ataupun penunjukan langsung, secepatnya dilakukan proses. Selanjutnya, jika paket konstruksi tersebut dibiayai menggunakan DAK, jangan sampai tidak selesai ditender per 21 Juli 2024,” demikian Piisman.
Dengan adanya dorongan dari pemerintah daerah, diharapkan semua paket konstruksi yang belum ditender dapat segera diproses agar pembangunan di Kabupaten Kepahiang bisa berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Data paket pekerjaan kontruksi di Kabupaten Kepahiang per Juni 2024

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

