
Bengkulu, Selimburcaya.com – Dalam era digitalisasi, informasi yang disajikan oleh lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Kedua lembaga ini memiliki peran penting dalam proses alih teknologi, sehingga keberadaan lembaga penyiaran perlu dijaga dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, saat membuka seminar nasional yang bertajuk “Peran Penyiaran Dalam Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan Generasi Muda di Era Digitalisasi,” yang diadakan di Hotel Santika pada Selasa (4/6/2024).
“Siaran itu sumber daya. Pada era digitalisasi ini kita semua bisa menjadi penyiar dan melakukan siaran. Jadi apa yang dibutuhkan? Tentunya membangun karakter dan pola pikir dalam sebuah konsep keilmuan,” ujar Gubernur Rohidin.
Gubernur menekankan bahwa lembaga penyiaran, mahasiswa, dan konten kreator memiliki tanggung jawab untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa dapat tercipta melalui penyiaran yang sehat dan bermartabat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, turut hadir sebagai narasumber secara daring. Ubaidillah mengungkapkan bahwa lembaga penyiaran diwajibkan untuk menyiarkan lagu kebangsaan serta konten lokal yang berkaitan dengan wisata, budaya, kuliner, dan lainnya.
“Lembaga penyiaran juga diharapkan terus melakukan inovasi-inovasi mengikuti zaman, sehingga lembaga penyiaran dinyatakan layak sebagai pemberi informasi yang baik, kredibel, terpercaya, bermartabat serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, khususnya generasi muda,” kata Ubaidillah.
Seminar ini menyoroti pentingnya lembaga penyiaran dalam membangun karakter dan pola pikir masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Dalam era di mana siapa saja bisa menjadi penyiar melalui berbagai platform digital, perlu adanya kesadaran akan tanggung jawab untuk menyajikan informasi yang benar dan bermanfaat.
Gubernur Rohidin juga menambahkan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui penyiaran bukan hanya tugas lembaga penyiaran saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab mahasiswa dan para konten kreator. Mereka harus memastikan bahwa konten yang dibuat tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memperkuat semangat kebangsaan.
Acara yang berlangsung di Hotel Santika ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi media, dan mahasiswa. Mereka berdiskusi mengenai peran penting penyiaran dalam era digitalisasi dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan para peserta dapat memahami lebih dalam mengenai tanggung jawab mereka sebagai penyedia informasi dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam membangun bangsa melalui media penyiaran. Seminar ini juga menjadi momentum penting untuk terus mendorong inovasi di bidang penyiaran, sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai kebangsaan yang luhur.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

