Provinsi 

Gubernur Rohidin Mersyah Tolak Penghapusan Tenaga Honorer

Share it

SC – Bengkulu, Adanya wacana penghapusan tenaga honorer oleh, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Kemenpan RB) mulai tahun 2023 mendatang disemua instansi pemerintah diseluruh Indonesia, mendapat penolakan tegas dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, karena menurut Rohidin tenaga honorer sangat dibutuhkan untuk mendukung kinerja pemerintah Daerah.

“Seperti yang terjadi di pemerintah provinsi Bengkulu saat ini, hadirnya 6 ribuan tenaga honorer yang terdiri dari Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), dan Tenaga Harian Lepas (THL) itu semua dicover oleh pemerintah daerah, bahkan untuk semua gaji sudah teranggarkan dari APBD Provinsi Bengkulu. Artinya, tenaga honorer sama sekali tidak membebani APBN”, tegas Rohidin.

“Semua tenaga honorer sudah terdata dengan baik, bahkan data tenaga honorer juga sudah menggunakan sistim online. Artinya, Nama-nama honorer, tugas di OPD mana, termasuk gaji juga sudah terdata dengan sistem sehingga tenaga honorer yang telah mendapatkan surat tugas (SK) baik dari kepala OPD maupun kepala Daerah. Tidak bisa digantikan tanpa melalui proses aturan yang berlaku.terangnya”.

Menurutnya, jika Pemerintah Pusat ingin menghapus tenaga honorer kemungkinan hanya pengalihan status saja. Namun apabila penghapusan itu benar akan dilakukan maka dirinya tidak akan tinggal diam dan akan memperjuangkan status semua honorer yang ada di Provinsi Bengkulu, tentunya akan langsung menyampaikan keberatan kemenpan RB.pungkasnya”. (RH).

Related posts

Leave a Comment