Kepahiang, Selimburcaya.com – Hingga Senin, 17 Maret 2025, belum ada tanda-tanda perbaikan terhadap jembatan penghubung antar desa di Kelurahan Tangsi Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Jembatan tersebut ambrol akibat longsor yang melanda wilayah Kepahiang pada Rabu, 12 Maret hingga Kamis, 13 Maret 2025 pekan lalu. Hingga saat ini, jembatan masih tidak bisa dilalui, menghambat aktivitas warga setempat.

Jembatan yang dikenal warga sebagai jembatan Cekdam (jembatan pengendali banjir) ini menjadi akses penting bagi masyarakat, terutama para pelajar. Jembatan tersebut biasa dilalui siswa dari tiga sekolah, yaitu SMPN 2 Kabawetan, SMAN 4 Kabawetan, dan TKN Pembina Kabawetan. Sejak jembatan ambruk, para pelajar terpaksa harus menempuh rute lebih jauh dengan memutar melalui depan lapangan Galasima.
“Jembatannya putus total, anak-anak kami yang biasa ke sekolah melintasi jembatan ini kini harus memutar jauh,” ungkap Safroni, warga Kabawetan yang juga orang tua pelajar.
Selain menghambat akses pelajar, ambrolnya jembatan juga berdampak pada aktivitas para petani yang mengangkut hasil panen mereka dari perkebunan di sekitar kawasan tersebut.
“Jembatan ini akses vital bagi masyarakat sini. Warga yang mayoritas petani memanfaatkannya untuk mengangkut hasil bumi sehari-hari,” tambahnya.
Kabid Rehab Rekon (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang, Jon Junaidi, ST, membenarkan bahwa ambrolnya jembatan di Tangsi Duren, Kabawetan, merupakan salah satu dampak bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Kepahiang pekan lalu.
BPBD mencatat setidaknya ada 23 titik tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang di berbagai wilayah Kepahiang. Desa Tebat Monok hingga kawasan Gunung Liku Sembilan menjadi daerah dengan titik longsor terbanyak, mencapai 14 lokasi. Akibat longsor ini, akses jalan menuju Bengkulu Tengah dari Kepahiang bahkan sempat ditutup total hingga Kamis pagi, 13 Maret 2025.
Bencana longsor juga terjadi di sejumlah desa dan kelurahan lainnya, termasuk Desa Karang Endah, Kelurahan Padang Lekat, Desa Pagar Gunung, Desa Bogor Baru, dan Desa Kutorejo di Kecamatan Kepahiang. Sementara di Kecamatan Bermani Ilir, bencana terjadi di Kelurahan Keban Agung, Desa Pagar Agung, dan Desa Air Raman. Di Kecamatan Kabawetan, longsor terjadi di Desa Tangsi Duren, Kelurahan Tangsi Baru, dan Desa Mekar Sari.
Warga berharap Pemkab Kepahiang segera melakukan perbaikan jembatan dan infrastruktur yang terdampak, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

