
Bengkulu, Selimburcaya.com – Harga minyak goreng premium di Kota Bengkulu mengalami kenaikan di beberapa pasar tradisional pada hari ini, Jumat (08/08). Di Pasar Minggu, harga minyak goreng premium ukuran satu liter naik dari Rp 18.333 menjadi Rp 18.500. Kenaikan ini cukup signifikan meskipun masih dalam kisaran yang dapat diterima oleh konsumen.
Sementara itu, di Pasar Panorama dan Pasar Baru Koto, harga minyak goreng premium tetap berada di angka Rp 18.000 per liter. Perbedaan harga ini menunjukkan adanya variasi harga antara pasar-pasar di Kota Bengkulu, yang mungkin disebabkan oleh faktor distribusi dan stok yang berbeda di setiap pasar.
Untuk minyak goreng curah, harga tetap stabil di Rp 17.000 per liter di ketiga pasar tersebut, yaitu Pasar Minggu, Pasar Panorama, dan Pasar Baru Koto. Stabilitas harga minyak goreng curah ini disambut baik oleh para konsumen, terutama mereka yang memilih alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng premium.
Informasi mengenai harga-harga ini diperoleh dari laman resmi Pemerintah Kota Bengkulu melalui situs https://sigahada.bengkulukota.go.id/. Situs ini menyediakan data harga bahan pokok di berbagai pasar tradisional di Kota Bengkulu, yang dapat diakses oleh masyarakat untuk memantau perubahan harga secara real-time.
Selain minyak goreng, harga cabai rawit merah juga menjadi sorotan. Di Pasar Panorama, harga cabai rawit merah mencapai Rp 90.000 per kilogram. Meskipun tergolong tinggi, para pedagang menilai kondisi ini masih dalam batas normal. Tingginya harga cabai rawit merah ini seringkali dipengaruhi oleh cuaca, pasokan yang terbatas, dan permintaan yang tinggi dari konsumen.
Para pedagang di Pasar Panorama mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah biasanya berfluktuasi, terutama menjelang musim penghujan atau adanya peningkatan permintaan dari luar daerah. Namun, mereka optimis bahwa harga ini akan kembali stabil seiring dengan pasokan yang kembali normal.
Salah seorang pedagang di Pasar Panorama, Pak Slamet, menyatakan bahwa meski harga cabai saat ini cukup tinggi, para pembeli masih tetap membeli dalam jumlah yang sama seperti biasanya.
“Memang ada kenaikan harga, tapi pembeli tetap datang. Mungkin karena cabai adalah kebutuhan pokok di dapur, jadi mau tidak mau tetap dibeli,” ujarnya, Kamis sore (08/08/2024).
Kondisi pasar di Kota Bengkulu yang dinamis ini menunjukkan bahwa meski ada fluktuasi harga, baik pedagang maupun konsumen masih dapat menyesuaikan diri. Pemerintah Kota Bengkulu melalui situs resminya terus memantau dan memberikan informasi terkini mengenai harga-harga kebutuhan pokok, agar masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat dalam berbelanja.
Pewarta : Robi
Editor : Ardy

