
Bengkulu, Selimburcaya.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, menerima audiensi dari Badan Pengelola Sungai Air Berau serta perwakilan masyarakat Desa Air Berau dan Desa Lubuk Bento, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, di ruang kerjanya pada Rabu (19/06). Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait aktivitas tambang galian C yang beroperasi di kawasan tersebut.
Dalam audiensi tersebut, masyarakat dari kedua desa menyatakan penolakan mereka terhadap aktivitas tambang galian C. Mereka mengemukakan bahwa izin operasi tambang tersebut tidak sesuai prosedur yang berlaku dan aktivitas tambang tersebut terindikasi mengancam kelestarian Sungai Air Berau, yang merupakan sumber daya alam penting bagi mereka. Masyarakat khawatir bahwa kegiatan tambang ini dapat merusak ekosistem sungai, mengurangi kualitas air, dan mengganggu kehidupan sehari-hari yang sangat bergantung pada sungai ini.
Perwakilan dari Badan Pengelola Sungai Air Berau menambahkan bahwa keberadaan tambang tersebut memang telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Mereka mengusulkan agar dilakukan peninjauan ulang terhadap izin tambang tersebut dan meminta agar ada langkah konkret untuk memastikan aktivitas penambangan tidak merusak lingkungan sekitar.
Menanggapi aspirasi dan kekhawatiran yang disampaikan, Sekda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti masalah ini. Ia berjanji akan melaporkan hasil audiensi ini kepada Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.
“Kami akan segera melaporkan kepada Gubernur mengenai permasalahan ini dan mencari solusi terbaik yang sesuai dengan arahan beliau,” ujar Isnan.
Isnan juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dari aktivitas tambang. Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, Isnan mengapresiasi langkah masyarakat yang memilih jalur dialog untuk menyampaikan aspirasi mereka. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan berusaha mencari solusi yang adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta lingkungan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, tim dari pemerintah provinsi akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang untuk mengevaluasi dampak yang ditimbulkan. Hasil dari peninjauan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menanggapi keluhan masyarakat secara serius dan mencari solusi yang tepat. Dengan adanya dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sekda Isnan Fajri juga menyampaikan bahwa pertemuan seperti ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.
Pewarta : Yudi
Editor : Ardy

