gdrg
Share it

Bengkulu, Selimburcaya.com — Pemerintah Provinsi Bengkulu terus bergerak cepat dalam upaya rehabilitasi rumah warga yang terdampak gempa bumi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menyatakan optimisme bahwa pembangunan rumah yang dialokasikan senilai Rp45 juta per unit ini akan selesai tepat waktu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menyatakan optimisme bahwa pembangunan rumah yang dialokasikan senilai Rp45 juta per unit ini akan selesai tepat waktu.Senin (16/05/2025)(foto:Zoel/Selimburcaya.com)

“Progresnya saat ini sudah berjalan 10 hari, dan telah mencapai sekitar 50 persen. Masih ada waktu 20 hari kerja lagi karena targetnya memang satu bulan selesai,” ujar Tejo, Senin (16/6/2025).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mencatat total 44 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 unit rumah mengalami kehancuran total dan menjadi prioritas pembangunan ulang oleh Pemprov Bengkulu melalui Dinas PUPR. Sementara, sisanya yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang akan ditangani oleh BPBD dan Pemerintah Kota Bengkulu.

“Untuk yang lain kita masih menunggu kelengkapan surat keterangan. Nanti apakah langsung dikerjakan oleh BPBD atau diserahkan dananya ke korban. Tapi prioritas utama kami sesuai arahan Gubernur adalah 7 unit rumah yang hancur total,” jelas Tejo.

Dalam proses rehabilitasi, Pemprov Bengkulu menerapkan sistem penguatan pondasi dengan cerucuk karena mayoritas rumah berdiri di atas lahan rawa yang cukup labil. Selain itu, penggunaan material bambu juga dipilih sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko gempa di masa depan.

Langkah cepat ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang sebelumnya menegaskan pentingnya percepatan penanganan pasca-bencana. Berdasarkan data awal, sekitar 150 rumah warga dilaporkan terdampak gempa. Dari jumlah itu, 7 unit rumah hancur total, sementara 40 rumah lainnya mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah mengestimasi kebutuhan dana pemulihan mencapai Rp4,7 miliar. Untuk tahap awal, dana sebesar Rp300 juta telah tersedia dari kas daerah guna mempercepat proses rehabilitasi.

“Dengan percepatan ini, kami harapkan seluruh korban bisa segera menempati rumah mereka kembali dalam waktu dekat,” tutup Tejo.

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *