htf
Share it

Bengkulu, Selimburcaya.com – Setelah hampir dua hari hilang kontak di laut lepas, kapal nelayan KM Altaf yang mengangkut satu keluarga untuk menyelesaikan urusan adat di Pulau Enggano, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Lampung, Selasa pagi (27/5/2025).

Setelah hampir dua hari hilang kontak di laut lepas, kapal nelayan KM Altaf yang mengangkut satu keluarga untuk menyelesaikan urusan adat di Pulau Enggano, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Lampung,Selasa (27/05/2025)(foto:Zoel/Selimburcaya.com)

Kabar gembira ini dikonfirmasi oleh Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, yang menyebut seluruh penumpang dan awak kapal dalam kondisi selamat, meski kapal mengalami kerusakan mesin.

“Kami menerima informasi dari Fengki, salah satu awak kapal, bahwa kapal berada di perairan Lampung. Saat ini tim rescue bersama Pos AL sedang bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban,” ujar Mega.

Satu Keluarga Selamat, Berlayar untuk Urusan Adat Suami

Penumpang kapal diketahui terdiri dari Dowinta alias Dodo (35), warga Desa Air Hitam, Kepahiang, yang tengah dalam perjalanan menuju Desa Malakoni, Enggano, untuk menyelesaikan urusan adat mendiang suaminya yang baru meninggal 6 hari lalu.

Dodo tidak sendiri. Ia membawa serta dua anaknya, Nata (6) dan Nakib (3), serta didampingi kakak kandungnya Novi (36) dan kakak iparnya Danil (40). Kapal juga diawaki oleh kapten Mansur dan dua kru, Ramli dan Prengki.

“Mereka berangkat dari Pelabuhan Pulau Baai Sabtu sore, tapi setelah melewati perairan, komunikasi terputus. Harusnya mereka tiba Minggu dini hari,” jelas Mulyadi, kerabat korban yang tinggal di Enggano.

Duka yang Berubah Jadi Harapan

Sebelumnya, hilangnya KM Altaf menimbulkan kekhawatiran besar. Basarnas Bengkulu bahkan mengalami kendala pencarian karena kapal tidak dilengkapi alat komunikasi radio, hanya mengandalkan handphone yang kehilangan sinyal di laut.

“Kami sempat kesulitan karena satu-satunya alat komunikasi hanya ponsel, dan jangkauan sinyal sangat terbatas di laut,” kata Mega.

Kondisi ini membuat pencarian dilakukan secara manual, berkoordinasi dengan nelayan lokal dan memantau jalur laut yang biasa dilalui kapal nelayan menuju Enggano.

Kepala Desa Air Hitam: Kami Sangat Bersyukur

Kepala Desa Air Hitam, Rasman Dani, turut mengonfirmasi bahwa Dodo dan keluarganya adalah warga desanya.

“Begitu dengar kabar hilang kontak, kami langsung bantu koordinasi. Ini kabar yang sangat kami syukuri,” ucap Rasman.

Ia juga menyebut keterbatasan kapal penumpang ke Enggano membuat keluarga tersebut terpaksa menumpang kapal nelayan, meski perjalanan lebih berisiko.

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *