Bengkulu, Selimburcaya.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu terus mendorong pelaku UMKM untuk memahami dan memanfaatkan perlindungan hukum terhadap karya mereka. Salah satunya melalui Diseminasi Kekayaan Intelektual bertema “Maksimalkan Potensi, Tingkatkan Pendaftaran dan Pemanfaatan Desain Industri untuk Mendukung Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi”, yang digelar di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Senin (26/5/2025).

Desain Industri Masih Kurang Dipahami
Dalam sambutannya, Machyudhi mengungkapkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya desain industri sebagai bagian dari kekayaan intelektual (KI). Padahal, desain produk memiliki nilai komersial tinggi dan perlu dilindungi secara hukum.
“Desain industri ini berbeda dari hak cipta dan paten. Contohnya bentuk laptop lipat, itu termasuk desain industri. Ini yang perlu dipahami UMKM agar tidak kehilangan hak atas inovasi mereka,” jelas Machyudhi.
Ia menambahkan, meski anggaran terbatas, pihaknya tetap berkomitmen melakukan sosialisasi dan pelayanan dengan menggandeng berbagai pihak seperti pemerintah daerah, Dinas Koperasi, hingga lembaga keuangan.
Dinas Koperasi Dorong Kesadaran Mandiri
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Karmawanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenkumham dalam mengedukasi UMKM. Ia mengakui tahun ini belum ada fasilitasi pendaftaran gratis seperti tahun sebelumnya, namun pihaknya tetap mendorong pelaku usaha untuk mengurus KI secara mandiri.
“Kesadaran pelaku usaha harus terus ditumbuhkan. Kekayaan intelektual bukan hanya soal perlindungan, tapi juga nilai ekonomi jangka panjang,” ujar Karmawanto.
Strategi Jangka Panjang Bangun Ekonomi Kreatif
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi, di mana pelaku UMKM tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memiliki legalitas dan perlindungan hukum terhadap karya mereka.
Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang memahami dan mendaftarkan kekayaan intelektual mereka, diharapkan daya saing usaha lokal meningkat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

