Bengkulu, Selimburcaya.com – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi terus menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap pelestarian budaya lokal. Salah satu simbol yang konsisten ia kenakan sejak menjabat Wakil Wali Kota hingga kini menjadi Wali Kota adalah “kbek palak”, ikat kepala tradisional khas Bengkulu. Paduan kbek palak dengan batik besurek rutin ia kenakan setiap Kamis sebagai bentuk nyata melestarikan adat istiadat daerah.

“Saya sengaja memakai kbek palak dan batik besurek di berbagai kesempatan, khususnya pada hari Kamis. Ini cara sederhana tapi bermakna untuk melestarikan budaya Bengkulu,” ujar Dedy, Kamis (22/5/2025).
Kini, semangat pelestarian budaya itu tak hanya berhenti pada dirinya. Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2025, Dedy resmi mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) laki-laki di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu untuk mengenakan kbek palak setiap hari Kamis.
Langkah ini disambut positif oleh berbagai kalangan. Kbek palak, yang dulunya hanya digunakan oleh para bangsawan dan tokoh masyarakat, kini dihidupkan kembali sebagai identitas budaya khas Kota Bengkulu di era modern.
“Intinya, ini adalah cara kita menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Jangan sampai tradisi Bengkulu menghilang begitu saja,” tegas Dedy.
Dukungan terhadap gerakan budaya ini juga datang dari Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu, yang bahkan memberikan plakat penghargaan kepada Dedy sebagai penggagas kbek palak dalam penutupan Festival Muharram.
Tak berhenti di sana, kbek palak juga mulai merambah dunia akademik. Universitas Bengkulu (UNIB) bahkan berencana memecahkan rekor pemakaian kbek palak terbanyak dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru (ospek) yang akan melibatkan 4.500 mahasiswa.
Semangat Dedy Wahyudi dalam melestarikan kearifan lokal kini menjelma menjadi gerakan budaya yang lebih luas, menjadikan kbek palak bukan hanya simbol kebanggaan, tapi juga jati diri Kota Bengkulu.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

