ss
Share it

Bengkulu, Selimburcaya.com – Sebanyak 80 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz) Bengkulu menggelar aksi demo pada Rabu (19/2/2025) buntut gagalnya keberangkatan mereka ke Malang dan Yogyakarta untuk praktik lapangan.

Sebanyak 80 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz) Bengkulu menggelar aksi demo pada Rabu (19/02/2025)(foto:Zoel/Selimburcaya.com)

Mereka menuntut pertanggungjawaban Dekan Fakultas Hukum yang dianggap lalai dalam mengurus perjalanan yang diduga bermasalah akibat ulah pihak tour travel. Dalam aksi ini, mahasiswa juga menyampaikan mosi tidak percaya kepada dekan dan menuntut ganti rugi atas biaya yang telah mereka keluarkan.

Mahasiswa Tuntut Kejelasan dan Ganti Rugi

Koordinator aksi, Cecep Abdullah, menegaskan bahwa demo ini dilakukan karena tidak adanya kejelasan dari pihak fakultas pasca kegagalan keberangkatan.

“Kami sudah berkomitmen untuk melakukan aksi jika tidak ada kejelasan. Pihak fakultas harus bertanggung jawab karena mereka yang mengurus perjalanan ini,” ujar Cecep.

Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Dekan Fakultas Hukum Unihaz, Dr. Alauddin, SH, MH, harus menandatangani surat pernyataan pertanggungjawaban.
  2. Memproses secara hukum pihak yang terlibat, baik secara pidana maupun perdata.
  3. Memastikan praktik lapangan tetap terlaksana sesuai rencana awal.
  4. Menjelaskan secara transparan aliran dana yang telah dikumpulkan.

Dekan Minta Maaf dan Tuntut Pihak Travel

Menanggapi aksi mahasiswa, Dekan Fakultas Hukum Unihaz, Dr. Alauddin, SH, MH, menyatakan bahwa kejadian ini bukan sesuatu yang diinginkan oleh pihak fakultas.

“Kami meminta maaf kepada mahasiswa dan pihak rektorat atas kejadian ini. Namun, kami juga mendesak pihak travel untuk tetap memberangkatkan mahasiswa sesuai kesepakatan awal,” tegasnya.

Alauddin juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama panitia akan segera berangkat ke Polresta Bengkulu untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Hari ini kami akan mendatangi Polresta Bengkulu untuk meminta kejelasan dari pihak travel. Jika ada titik terang, kami akan segera mengumpulkan mahasiswa kembali,” tutupnya.

Saat ini, mahasiswa masih menunggu keputusan final terkait nasib praktik lapangan mereka, sementara pihak fakultas berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *