
Mukomuko, Selimburcaya.com — Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat dengan memperluas jaringan Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayahnya. Saat ini, sebanyak 54 Pustu telah tersebar di 15 kecamatan, namun Dinkes Mukomuko menargetkan setiap desa dan kelurahan di wilayah tersebut dapat memiliki Pustu sendiri.
“Kami berharap semua desa memiliki Pustu dengan minimal satu perawat, satu bidan, dan dua kader kesehatan. Tentu ini membutuhkan waktu dan anggaran, khususnya untuk pembangunan Pustu baru, namun kami yakin bisa tercapai secara bertahap,” ujar Jajat Sudrajat, SKM, Sekretaris Dinkes Kabupaten Mukomuko.
Program pengadaan Pustu di setiap desa ini merupakan inisiatif dari Kementerian Kesehatan dalam rangka membangun layanan primer yang terintegrasi, serta mendukung transformasi bidang kesehatan menuju masyarakat yang sehat dan mandiri.
Jajat menjelaskan bahwa ada tiga sasaran utama dalam program ini, yaitu menerapkan siklus hidup sebagai fokus integrasi layanan, memperluas akses layanan hingga ke desa dan dusun, serta memperkuat pemantauan kesehatan melalui dashboard digital di setiap desa.
“Siklus hidup ini meliputi semua tahap, mulai dari kehamilan hingga lansia. Pada setiap tahap, individu harus mendapat skrining kesehatan,” jelas Jajat.
Ia menambahkan bahwa skrining kesehatan bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit, sehingga dapat memberikan arahan untuk pengobatan lebih lanjut. Peran Pustu dan Posyandu menjadi sangat penting dalam hal ini, karena mereka berada di tingkat yang paling dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin mengutamakan pencegahan penyakit, bukan hanya pengobatan,” tambahnya.
Dinkes Mukomuko juga secara rutin mengusulkan anggaran untuk rehabilitasi Pustu yang rusak serta pembangunan Pustu baru di desa-desa yang belum memilikinya. Pembangunan ini sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk menjadikan Pustu dan Posyandu sebagai garda terdepan dalam penanganan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, puskesmas akan kembali pada fungsi dasarnya dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
“Mudah-mudahan ke depan setiap desa dan kelurahan dapat memiliki Pustu, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat di Mukomuko bisa terus meningkat,” pungkas Jajat.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

