
Bengkulu, Selimburcaya.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disperketapang) Kota Bengkulu melaporkan adanya sembilan ekor sapi yang terjangkit penyakit Septicaemia Epizootica, atau lebih dikenal sebagai penyakit ngorok, di wilayah Kota Bengkulu. Penyakit ini menjadi perhatian serius karena penularannya yang cepat. Laporan ini disampaikan pada Minggu (27/10/2024).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperketapang Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa sapi-sapi yang terjangkit berasal dari luar daerah Kota Bengkulu. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dalam pengadaan sapi dari luar wilayah.
Sebagai upaya penanganan, Disperketapang telah melakukan pengobatan kepada sapi-sapi yang terinfeksi dan mengadakan sosialisasi kepada para peternak. Tujuannya adalah agar para peternak lebih teliti dan tidak tergiur harga murah saat membeli sapi dari luar daerah.
“Kami mengimbau kepada peternak agar lebih teliti dalam membeli sapi dari luar daerah dan tidak tergoda dengan harga murah,” kata Henny.
Proses penyembuhan sapi yang terjangkit penyakit ngorok diperkirakan memakan waktu sekitar dua pekan. Selama proses ini, petugas terus memantau perkembangan kesehatan sapi-sapi tersebut. Hingga saat ini, beberapa dari sembilan sapi yang terinfeksi dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Disperketapang berharap dengan upaya ini, penyebaran penyakit ngorok di Kota Bengkulu dapat dikendalikan, sehingga kesehatan hewan ternak di wilayah tersebut tetap terjaga.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

