cdcd
Share it

Kota Bengkulu, Selimburcaya.com – Menjelang batas akhir penginputan Innovation Government Award (IGA) 2025, Pemerintah Kota Bengkulu telah mencatat 274 inovasi dari berbagai perangkat daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, dalam Rapat Evaluasi Inovasi Perangkat Daerah yang digelar di ruang Hidayah 1 Kantor Wali Kota Bentiring.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, didampingi Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Tony Elfian, dan Asisten II Setda Kota Bengkulu. Sabtu (19/07/2025)(foto:Zoel/Selimburcaya.com).

“Inovasi yang telah ter-input ke aplikasi IGA Kemendagri berjumlah 274. Terdiri dari 82 inovasi dari SD, 25 dari SMP, 20 dari puskesmas, 67 dari kelurahan, dan 71 dari OPD,” ungkap Medy. “Kuantitasnya hampir sama dengan tahun lalu, yaitu 275, tapi masih ada waktu untuk meningkatkannya.”

Medy menjelaskan bahwa Kota Bengkulu telah tiga tahun berturut-turut meraih predikat “Sangat Inovatif” dan masuk 10 besar dari 96 kota se-Indonesia. Untuk tahun 2025, tahapan lomba telah dimulai sejak Mei dengan sosialisasi, dan dilanjutkan dengan pendampingan intensif pada Juni.

Hingga saat ini, dari total inovasi yang masuk, 177 inovasi memiliki nilai kematangan di atas 80, sementara 97 inovasi masih berada di bawah nilai tersebut.

Namun demikian, Medy menyampaikan bahwa masih ada perangkat daerah yang belum menyampaikan inovasi sama sekali. “Kecamatan Ratu Agung masih memiliki nilai kematangan nol. Demikian pula empat OPD lain, yakni Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian,” katanya.

Setiap unit kerja dan OPD diwajibkan minimal menginput dua inovasi. Batas akhir penginputan IGA adalah Rabu, 23 Juli 2025.

Wali Kota Dedy Wahyudi pun mengingatkan seluruh unit kerja untuk serius dan segera menyelesaikan penginputan. “Masih ada waktu sampai Kamis. Dipikirlah dan diusahakan. Pak Medy, tolong minta timnya untuk menghubungi semua OPD satu per satu,” ujar Dedy.

Dedy juga menekankan bahwa prestasi dalam ajang inovasi bukan hanya pencapaian angka, tetapi bagian dari upaya menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien dan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Semoga tahun ini kita tidak hanya masuk 10 besar, tapi bisa menembus tiga besar nasional,” tutupnya.

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *