Lebong, Selimburcaya.com – Kasus diare kembali melonjak di Kabupaten Lebong. Hingga pertengahan Juni 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong mencatat sudah ada 170 kasus diare yang sebagian besar menyerang anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebong, Evan Marta, SKM, menyebutkan bahwa faktor utama penyebab meningkatnya kasus diare masih berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan sanitasi pribadi.
“Kebiasaan cuci tangan pakai sabun masih minim, ditambah pola makan yang kurang higienis. Ini memicu penularan diare, terutama pada anak-anak,” jelas Evan pada Senin (16/6/2025).
Selain itu, konsumsi makanan yang tidak higienis dan penggunaan air yang tidak bersih juga menjadi faktor utama penyebaran penyakit ini. Evan mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan makanan, terutama yang dikonsumsi oleh anak-anak.
“Air minum yang tidak steril serta makanan yang terkontaminasi bakteri bisa dengan cepat menyebabkan diare. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat membahayakan kesehatan, terutama pada balita,” tambahnya.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2024 lalu, kasus diare di Kabupaten Lebong sempat mencapai angka 1.442 kasus. Dinkes berharap lonjakan kasus serupa tidak terjadi lagi di tahun 2025.
Guna mencegah penyebaran lebih luas, Dinkes Lebong terus melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya dengan mengintensifkan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala diare lebih dari tiga kali dalam sehari.
“Segera ke Puskesmas bila mengalami diare berkepanjangan. Penanganan cepat bisa mencegah komplikasi yang lebih serius,” imbau Evan.
Selain itu, Dinkes juga rutin melakukan pemeriksaan keamanan pangan, khususnya jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi serta bebas dari bahan kimia berbahaya.
“Pengecekan jajanan sekolah akan kami lakukan secara rutin sepanjang 2025 untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga,” pungkasnya.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

