fefes
Share it

Bengkulu Utara, Selimburcaya.com — Sebuah momen bersejarah tercipta di Desa Batu Raja R, Bengkulu Utara, Rabu (11/6/2025), ketika Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata secara simbolis menyerahkan dana sebesar Rp16 juta kepada Renaldi, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lemo Nakai. Dana tersebut dialokasikan untuk mengasuh 93 pohon dalam kawasan Hutan Desa Lemo Nakai, yang kini menjadi percontohan nasional dalam program Pohon Asuh.

 Sebuah momen bersejarah tercipta di Desa Batu Raja R, Bengkulu Utara, ketika Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata secara simbolis menyerahkan dana sebesar Rp16 juta kepada Renaldi, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lemo Nakai.Jumat (13/06/2025)(foto:Zoel/Selimburcaya.com)

Program Pohon Asuh mengusung konsep partisipasi publik dalam konservasi lingkungan. Melalui program ini, individu atau kelompok dapat menjadi “orang tua asuh” bagi pohon-pohon yang ditanam, dengan donasi yang dikelola untuk penanaman, perawatan pohon, serta mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati. Kami tidak menyangka desa kami yang jauh di pelosok ini akan dikunjungi. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi kami,” ujar Renaldi penuh haru.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan ekonomi desa.

“Kita tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan untuk masa depan Bengkulu Utara yang lestari dan sejahtera. Semua OPD menjadi bapak dan ibu asuh pohon di sini,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program besar bertajuk “Merajut Kolaborasi Para Pihak untuk Perhutanan Sosial melalui Adopsi dan Penanaman Pohon untuk Masa Depan Bengkulu Utara”, yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, swasta, hingga masyarakat sipil.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di antaranya Catur Endah Prasetiani, Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, serta KKI Warsi, BUMN perbankan, komunitas offroad DAC, hingga organisasi masyarakat sipil.

Dialog interaktif pun berlangsung antara pemerintah dengan masyarakat pengelola hutan. Ketua KUPS Kopi Sako Lemo Nakai, Syafi’i, mengungkapkan harapan adanya intensifikasi patroli hutan, bantuan mesin jahit untuk KUPS Eco Print, dan akses permodalan bagi pengembangan usaha kopi.

“Tugas kita bersama adalah menjembatani komunitas agar terhubung dengan peluang-peluang usaha, pelatihan, hingga pendampingan perhutanan sosial secara berkelanjutan,” tambah Catur Endah.

Tak hanya fokus pada aspek ekonomi dan lingkungan, masyarakat juga menyuarakan kebutuhan akan perbaikan infrastruktur, terutama akses jalan desa. Bupati Arie memastikan aspirasi tersebut menjadi prioritas program pembangunan daerah, baik melalui program TMMD maupun pengaspalan bertahap yang tetap memperhatikan aspek ekologi.

“Jalan desa bukan sekadar akses ekonomi, tapi juga jembatan harapan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik,” tegas Bupati.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Kepala DLHK Bengkulu, Safnizar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan cerdas dan adaptif sesuai kebutuhan wisata dan konservasi hutan.

Koordinator Program KKI Warsi, Emmy Primadona, menyampaikan bahwa program pendampingan yang dilakukan mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Sebagai penutup, M. Roddini dari KKI Warsi menegaskan:

“Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan. Harapan bahwa semua pihak—pemerintah, swasta, masyarakat—akan terus bersatu menjaga hutan dan memperkuat ekonomi masyarakat.”

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *