Bengkulu Utara, Selimburcaya.com — Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Tanjung Karet, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara. Kepala Desa (Kades) setempat, Syarkawi, M.I.Kom, menjadi korban penikaman oleh warganya sendiri, berinisial As (52), pada Rabu (21/5/2025). Syarkawi yang saat itu sedang dalam perjalanan bersama keluarga, mendadak dihadang lalu ditikam hingga bersimbah darah. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan dan kini kondisinya mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Dalam keterangannya, Syarkawi mengaku sama sekali tidak menyangka akan diserang oleh warganya sendiri. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula dari permintaan tanda tangan surat pengantar nikah (Nomor Antrean/NA) untuk anak tersangka, Faisal.
“Saya tidak bisa menandatangani surat yang belum dinomori oleh staf. Setelah surat diberi nomor, langsung saya tandatangani dan kerabat tersangka mengambilnya di kantor desa,” ujar Syarkawi.
Syarkawi membantah tegas tudingan bahwa ia menolak menandatangani karena masalah pribadi, apalagi pernyataan bahwa ia pernah mengatakan “menolak tanda tangan meski harus mati.”
“Saya hanya meminta bersabar menunggu staf memberikan nomor surat. Sama sekali tidak ada kata-kata kasar atau ancaman dari saya. Justru setelah surat lengkap, saya langsung tandatangani,” ungkapnya.
Namun nahas, usai meninggalkan kantor desa untuk beristirahat bersama istri dan anaknya, mobil yang dikendarainya dihadang oleh tersangka. Saat ia turun untuk bertanya baik-baik, tersangka langsung mengeluarkan pisau dari tas dan menikamnya secara brutal.
Syarkawi juga menyebut bahwa tersangka selama ini terindikasi menyimpan dendam pribadi, lantaran pernah menjadi salah satu penggerak aksi demonstrasi yang menuntut pemberhentiannya sebagai kades. Namun ia menegaskan tidak pernah membalas atau mempersulit hak-hak masyarakat, termasuk tersangka.
“Demo itu hak masyarakat, saya tidak pernah mempermasalahkan. Tapi sebagai pemimpin, saya tidak pernah menghambat hak siapa pun, termasuk dia,” tuturnya.
Pihak kepolisian telah mengamankan tersangka dan mendalami motif di balik aksi nekat ini. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan semua pihak menahan diri serta menempuh jalur hukum bila ada persoalan.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

