Bengkulu, Selimburcaya.com – — Memasuki usia ke-9, Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) Provinsi Bengkulu menunjukkan eksistensinya sebagai motor penggerak pelajar dalam memerangi narkoba. Momen peringatan ulang tahun ini digelar di Gedung Serba Guna Pemprov Bengkulu, Rabu (21/5/2025), dengan mengusung semangat edukasi dan kolaborasi lintas sektor.

Acara peringatan yang dihadiri oleh Asisten I Pemprov Bengkulu Khairil Anwar, perwakilan Anggota DPD RI Destita Khairilisani, serta perwakilan dari Polda dan BNN Bengkulu, diselingi dengan sosialisasi bahaya narkoba, pertunjukan seni pelajar, dan ajakan moral bagi generasi muda untuk tidak lengah terhadap ancaman narkotika.
Dari Bengkulu Menjadi Gerakan Nasional
Khairil Anwar menyampaikan apresiasinya terhadap transformasi SANS dari gerakan lokal menjadi organisasi tingkat nasional.
“SANS yang dulu kita gagas di Bengkulu, kini sudah menjelma menjadi SANS Indonesia. Ini bukan sekadar organisasi, tapi wadah strategis bagi pelajar untuk bertukar informasi, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba,” kata Khairil.
Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif yang sudah dibangun agar pelajar tidak hanya paham bahaya narkoba, tapi juga berani bersikap dan bertindak bijak saat menghadapi risiko di lingkungan mereka.
Dukungan Parlemen untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Tini Rahayu mewakili Anggota DPD RI Destita Khairilisani, menyampaikan salam dan pesan khusus:
“Bu Destita menyampaikan apresiasi mendalam untuk seluruh pengurus dan anggota SANS. Memerangi narkoba bukan hanya tugas aparat, tapi juga tanggung jawab moral kita semua, terutama di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa DPD RI akan terus memberikan dukungan aspiratif dan legislatif terhadap program-program pemberdayaan generasi muda yang fokus pada pencegahan narkoba.
Pesan Tegas Ketua SANS: Aktif, Kreatif, dan Tetap Netral
Ketua Umum SANS Provinsi Bengkulu, Dedy Hariyadi, dalam pidatonya menegaskan bahwa SANS tetap konsisten sebagai gerakan pelajar, bukan organisasi politik.
“Kita akan dukung siapapun pemimpin yang sah secara konstitusi. Tapi ingat, kita ini gerakan pelajar. Harus aktif, inovatif, dan mampu bersaing sehat dengan daerah lain,” ujar Dedy disambut tepuk tangan peserta.
Acara ditutup dengan penampilan seni dari para pelajar SANS yang memukau para tamu undangan, memperkuat pesan bahwa pelajar bukan hanya bisa menjadi benteng moral, tetapi juga agen perubahan melalui kreativitas dan kolaborasi.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

