fesf
Share it

Bengkulu, Selimburcaya.com – Kisah pilu datang dari Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Fajar Alam Nasution (53), seorang pria yang kini tengah sakit dan mengalami kelumpuhan, telah hidup seorang diri selama lebih dari 14 tahun tanpa didampingi keluarga.

 Kisah pilu datang dari Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Fajar Alam Nasution (53), seorang pria yang kini tengah sakit dan mengalami kelumpuhan, telah hidup seorang diri selama lebih dari 14 tahun tanpa didampingi keluarga. Sabtu (17/05/2025)(foto:Zoel/Selimburcaya.com)

Fajar merupakan warga RT 24 yang selama ini hanya bertahan hidup dari uluran tangan tetangga dan warga sekitar. Ia ditinggalkan istri dan keempat anaknya — Faldi, Fadlan, Fianda, dan Finasejak tahun 2011. Sang istri, Darmia, diketahui pergi bersama anak-anak ke Bangka, tanpa sepengetahuan Fajar.

Saya sendiri tidak tahu bahwa mereka pergi, saat itu saya mau berangkat ke laut, mereka pergi dibawa orang ke Bangka,” ujar Fajar dengan suara lirih.

Keluarga besar Fajar diketahui berada di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, namun ketika dihubungi, mereka menyatakan menolak menerima Fajar jika dipulangkan ke sana.

Kondisi Fajar menarik perhatian warga hingga akhirnya informasi ini sampai ke pihak Dinas Sosial Kota Bengkulu. Kepala Dinas Sosial, Sahat Marulitua Situmorang, membenarkan bahwa pihaknya telah membawa Fajar ke RS Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu untuk mendapatkan penanganan medis.

Kami berharap dari pemberitaan media, anak-anak Bapak Fajar dapat ditemukan dan mengetahui kondisi ayah mereka yang kini hidup sendiri dan sakit,” ungkap Sahat.

Selama ini, Fajar tinggal di rumah bedengan milik Sugianto dan Epi Nelma secara gratis. Pemerintah Kota Bengkulu pun menyampaikan terima kasih kepada warga sekitar yang telah dengan sukarela membantu Fajar bertahan hidup di tengah keterbatasan.

Kini, satu harapan besar yang terus diucapkan Fajar hanyalah bisa kembali bertemu dengan anak-anaknya, yang sudah lebih dari satu dekade tidak ia jumpai.

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *