Waspada PMK di Rejang Lebong: 12 Ternak Positif, Daging Sapi Tetap Aman dengan Hati-hati

Share it

Rejang Lebong , Selimburcaya.com – Sejak awal Januari 2025, Kabupaten Rejang Lebong menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setelah terdeteksinya 12 ekor ternak yang positif terinfeksi. Wabah ini awalnya diduga menyerang beberapa hewan ternak dan kemudian menyebar ke ternak lainnya.

Kabupaten Rejang Lebong menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setelah terdeteksinya 12 ekor ternak yang positif terinfeksi.Selasa (18/02/2025)(foto:Zoel/Selimburcaya.com) 

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong, drh. Wenny Haryanti, menyebutkan bahwa sebanyak 43 hewan ternak di wilayah tersebut terindikasi sebagai suspect PMK, dengan 12 ekor di antaranya terbukti positif.

Menurut drh. Wenny, sumber awal penyebaran PMK berasal dari ternak yang didatangkan dari luar daerah, yaitu dari Kabupaten Seluma, yang saat ini tengah mengalami wabah yang sama.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternak tersebut memang berasal dari Seluma, yang saat ini sedang mengalami wabah PMK,” ujar Wenny.

Sebagai langkah pencegahan, pihak Distankan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para peternak untuk lebih waspada terhadap penyebaran penyakit ini. Salah satu rekomendasi utama adalah penerapan karantina ketat untuk ternak potong yang didatangkan dari luar daerah.

“Ternak potong harus dikarantina sendiri, jangan dicampur dengan ternak yang digunakan untuk pengembangbiakan. Juga, jangan terlalu lama berada di kandang yang sama,” tegas Wenny.

Meskipun PMK menyerang ternak, drh. Wenny menegaskan bahwa daging dari hewan yang terinfeksi tetap aman untuk dikonsumsi, dengan beberapa perhatian khusus.

“Daging sapi yang terjangkit PMK tetap aman untuk dikonsumsi, namun peternak dan konsumen diminta untuk berhati-hati, terutama pada bagian mulut, kaki, dan jeroan,” ungkapnya.

Distankan terus mengedukasi para peternak mengenai cara penanganan yang tepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menangani wabah ini dengan serius demi menjaga kesehatan ternak dan keselamatan konsumsi daging di Rejang Lebong.

“Dagingnya tetap boleh dikonsumsi, tapi harus dengan hati-hati,” tutup Wenny.

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *