Bengkulu, Selimburcaya.com – Setelah menghadiri rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, langsung turun ke lapangan mengunjungi rumah seorang pengemis badut bernama Anton Mulyadi di Jalan Jambu Tiga, Kelurahan Sawah Lebar Baru.

Anton sebelumnya ditegur oleh Sahat di pos polisi simpang Skip saat hendak mengenakan kostum badut untuk mengemis. Ketika ditanya, Anton mengaku terpaksa mengemis karena istrinya, Heni Fitri, tengah sakit di rumah mereka yang berstatus kontrakan.
Setelah dilakukan pengecekan identitas, diketahui bahwa Anton berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, sementara istrinya merupakan warga Kota Bengkulu. Mereka menikah secara siri dan tinggal di Sawah Lebar Baru.
“Karena istrinya warga Kota Bengkulu, kita akan bantu pengobatannya di rumah sakit. BPJS-nya aktif, dan kita akan intervensi agar pihak rumah sakit benar-benar melayani secara medis,” ujar Sahat.
Sementara itu, Anton disarankan untuk mengurus pindah KTP ke Kota Bengkulu serta memperbarui Kartu Keluarga (KK) agar statusnya tercatat secara resmi. Sahat juga menegaskan bahwa Anton tidak boleh kembali mengemis dan didorong untuk mencari pekerjaan lain, seperti menjadi buruh bangunan.
Heni Fitri, yang mengalami pembengkakan di leher serta keluhan kesehatan lainnya sejak 2022, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian Dinas Sosial.
“Saya sakit sejak tahun 2022, rambut saya rontok, leher sakit, dan sering diare,” tuturnya.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan warga yang membutuhkan bantuan sosial mendapatkan perhatian lebih, sekaligus menekan angka pengemis di Kota Bengkulu.
Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

