jj
Share it
Dalam program ini, pemerintah Indonesia berhasil mendapatkan akses dana berbasis hasil, dengan Provinsi Bengkulu menerima insentif karbon sebesar $757.255 atau sekitar Rp11,8 miliar.Senin (23/12/2024)(foto:Zoel/Selimburcaya.com)

Bengkulu, Selimburcaya.com – Perubahan iklim yang terus memengaruhi suhu bumi, ekosistem, dan sumber daya alam telah memaksa berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengambil langkah strategis dalam mitigasi. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui skema Results Based Payment (RBP) dari Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+), yang didukung Dana Iklim Hijau (Green Climate Fund/GCF).

Dalam program ini, pemerintah Indonesia berhasil mendapatkan akses dana berbasis hasil, dengan Provinsi Bengkulu menerima insentif karbon sebesar $757.255 atau sekitar Rp11,8 miliar. Dana ini merupakan hasil dari keberhasilan provinsi dalam melindungi kawasan hutan melalui pengelolaan kolaboratif, integratif, dan melibatkan peran aktif masyarakat lokal di tingkat tapak.

Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan.

“Dengan dana insentif ini, kami akan terus meningkatkan implementasi perlindungan kawasan hutan, terutama dalam melibatkan masyarakat lokal sebagai garda terdepan konservasi,” ungkap seorang pejabat terkait.

Dana ini diharapkan dapat memperkuat langkah strategis mitigasi perubahan iklim di Provinsi Bengkulu, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan.

Pewarta : Zoel
Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *