jj
Share it
sosialisasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Program ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan tentang kependudukan tanpa mengubah kurikulum sekolah(05/11/2024)(foto:zoel/Selimburcaya.com).

Bengkulu,Selimburcaya.com – Dalam upaya menyiapkan generasi muda yang sadar akan isu kependudukan dan berkualitas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Program ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan tentang kependudukan tanpa mengubah kurikulum sekolah. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menyampaikan bahwa SSK juga diharapkan dapat membantu menekan angka pernikahan usia anak di Bengkulu yang masih tinggi.

“SSK diharapkan mampu menyiapkan generasi yang berkualitas di masa depan dan dapat mencegah pernikahan usia anak,” kata Zamhari di hadapan puluhan peserta sosialisasi, yang terdiri dari koordinator lapangan, guru, serta perwakilan Dinas Pendidikan kabupaten dan kota di Bengkulu. Sosialisasi tingkat provinsi ini diadakan di ruang belajar Balatbang BKKBN Bengkulu.

Dalam program SSK, pendidikan kependudukan disisipkan ke dalam beberapa mata pelajaran melalui apa yang disebut “pojok kependudukan,” yang menjadi sumber belajar bagi peserta didik. Guru diharapkan mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai dengan kurikulum, sehingga siswa bisa memahami dan menghadapi isu-isu kependudukan serta menjadi generasi berencana (Genre).

Zamhari menegaskan bahwa tujuan utama SSK adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan mengenai program Bangga Kencana kepada siswa. Bangga Kencana merupakan program nasional yang mencakup pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, serta bertujuan menciptakan keluarga yang berkualitas dan berencana.

Ketua Tim Kerja 3 BKKBN Bengkulu, Edi Sofyan, dalam laporannya menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini melibatkan 50 peserta dari berbagai unsur, seperti tenaga pendidik dan OPD KB.

“Guru harus mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai dengan kurikulum, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kesadaran dan sikap berwawasan kependudukan,” ujar Edi.

Melalui program ini, BKKBN berharap agar sekolah dapat menjadi mitra dalam pengembangan generasi muda yang siap dan mampu menghadapi tantangan sosial di masa depan. Dengan integrasi pendidikan kependudukan di sekolah, diharapkan para siswa memiliki pengetahuan serta pemahaman mendalam mengenai pentingnya membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera.

Pewarta : zoel

Editor : Ardy

By Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *