
Seluma, Selimburcaya.com — Stunting, kondisi di mana anak memiliki tinggi badan yang kurang untuk usianya, menjadi isu kesehatan yang sangat serius, terutama di kalangan komunitas nelayan yang tinggal di wilayah pesisir. Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik, tetapi juga mencerminkan gizi buruk yang dialami anak dalam jangka panjang. Di Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, upaya untuk mengatasi stunting dilakukan melalui program pembinaan keluarga dengan menggunakan pendekatan siklus menu laut. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan keterampilan para ibu dalam menyusun menu keluarga yang sehat dan bergizi, dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut yang melimpah di wilayah tersebut.
Pendekatan Program
Program pembinaan ini melibatkan tiga metode utama, yaitu sosialisasi, praktik demo, dan pembinaan langsung. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi kepada para ibu tentang pentingnya gizi seimbang dan bagaimana memanfaatkan hasil laut dalam menyusun menu yang bergizi. Sosialisasi ini diharapkan dapat menambah wawasan ibu-ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pertumbuhan anak.
Praktik demo merupakan tahap di mana para ibu diajak untuk langsung menyusun menu berbasis bahan makanan laut. Dalam praktik ini, mereka diperkenalkan pada berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya yang dapat diolah menjadi makanan bergizi untuk keluarga. Selain itu, para ibu juga diajarkan cara mengolah makanan tersebut agar tetap mempertahankan kandungan gizi yang tinggi.
Tahap terakhir adalah pembinaan langsung, di mana para ibu dibimbing secara intensif dalam menerapkan siklus menu laut dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi dan praktik demo benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan siklus menu laut ini tidak hanya memperkenalkan variasi dalam menu keluarga, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi dengan baik.
Efektivitas Program
Untuk mengukur efektivitas program, dilakukan analisis pengetahuan gizi ibu sebelum dan sesudah mengikuti pembinaan dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil dari uji ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan ibu-ibu yang mengikuti program ini, dengan p-value sebesar 0,004. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan keluarga risiko stunting melalui siklus menu laut berhasil meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya gizi seimbang.
Peningkatan pengetahuan ini sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai gizi seimbang, diharapkan para ibu dapat menyusun menu yang lebih sehat untuk anak-anak mereka, sehingga risiko stunting dapat diminimalkan. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kualitas kesehatan anak-anak di Desa Kungkai Baru.
Dampak dan Relevansi Program
Program pembinaan ini menunjukkan bahwa pendekatan siklus menu laut tidak hanya relevan untuk komunitas nelayan di Desa Kungkai Baru, tetapi juga dapat diadaptasi di daerah pesisir lainnya yang menghadapi masalah serupa. Keberhasilan program ini memberikan contoh bahwa dengan pemanfaatan sumber daya lokal dan peningkatan pengetahuan masyarakat, masalah stunting dapat diatasi secara efektif. Selain itu, program ini juga menunjukkan pentingnya intervensi yang berbasis komunitas dalam mengatasi isu-isu kesehatan seperti stunting.
Dengan hasil yang positif ini, diharapkan pemerintah daerah dan lembaga terkait dapat terus mendukung dan memperluas program pembinaan serupa di wilayah pesisir lainnya. Kesadaran dan pengetahuan yang meningkat di kalangan ibu-ibu balita merupakan kunci penting dalam memerangi stunting, dan pendekatan berbasis siklus menu laut ini dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mencapai tujuan tersebut.
Penutup
Pembinaan keluarga risiko stunting melalui siklus menu laut di Desa Kungkai Baru terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang tepat dan berbasis potensi lokal dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesehatan yang kompleks seperti stunting. Dengan terus dikembangkan dan diperluasnya program ini, diharapkan masalah stunting di komunitas nelayan dapat diminimalisir, dan anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.

