
Bengkulu, Selimburcaya.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Bengkulu, Gayatri Rachmi Rilowati, menghadiri rapat penting yang bertujuan membahas identitas warga binaan di seluruh Lapas se-Provinsi Bengkulu. Acara ini diadakan di Ruang Rapat Rafflesia, Lantai 2 Kantor Gubernur Bengkulu pada Rabu (22/5).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mensukseskan Pilkada Serentak Tahun 2024. Tujuan utama rapat ini adalah memastikan bahwa setiap warga negara yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh jajaran Kementerian Hukum dan HAM.Kanwil Bengkulu serta para pejabat pemerintah daerah terkait lainnya. Semua pihak yang hadir sepakat untuk bekerja sama dalam memastikan bahwa identitas warga binaan Lapas dapat terverifikasi dengan baik sehingga hak politik mereka dapat dilaksanakan dengan optimal pada Pilkada Serentak Tahun 2024.
Kalapas Gayatri Rachmi Rilowati menekankan pentingnya pengelolaan data identitas warga binaan yang akurat dan tepat waktu.
“Kami harus memastikan semua warga binaan memiliki identitas yang valid dan terdaftar sebagai pemilih. Ini adalah hak mereka sebagai warga negara dan kami bertanggung jawab untuk memfasilitasi hak tersebut,” ungkap Gayatri.
Rapat ini juga membahas berbagai upaya untuk memastikan identitas setiap warga binaan Lapas dapat terverifikasi dengan jelas dalam daftar pemilih. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam proses pemilihan umum.
“Kami perlu bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memastikan data yang kami miliki akurat dan dapat digunakan dalam proses pemilihan,” tambah Gayatri.
Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas mengenai pelaksanaan hak politik warga binaan Lapas, termasuk pemenuhan hak untuk memilih dan dipilih sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Semua pihak sepakat untuk menegaskan pentingnya memastikan setiap warga binaan Lapas memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Para peserta rapat juga mendiskusikan mekanisme teknis yang akan digunakan untuk memastikan bahwa setiap warga binaan dapat menggunakan hak pilih mereka dengan cara yang aman dan tertib. Usulan yang muncul antara lain pembentukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di dalam Lapas dan pelatihan petugas Lapas mengenai prosedur pemilihan.
Gubernur Bengkulu yang turut hadir dalam rapat ini menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan oleh pihak Lapas.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk menjamin hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman. Kami akan memberikan dukungan penuh untuk memastikan bahwa proses pemilihan ini berjalan lancar dan demokratis,” ujar Gubernur.
Rapat ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus melakukan koordinasi dan monitoring secara berkala hingga pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024. Diharapkan dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, setiap warga binaan di Provinsi Bengkulu dapat menggunakan hak pilih mereka dengan baik dan turut serta dalam menentukan masa depan daerah mereka.
Pewarta : Agus
Editor : Ardy

